Minggu, 09 Februari 2020

Hari yang telah direncanakan


2020 adalah tahun setelah 2019, banyak hal yang saya dapatkan di tahun 2019 mulai dari photografi, videografi , editing dan lain sebagai nya. Tapi apalah daya waktu akan terus berjalan sebagaimana mestinya tidak mungkin akan diam saja, coba bayangkan jika waktu tidak berputar akan jadi apa kita sekarang?. Awal tahun baru, banyak orang yang berpesta pora dan sangat antusias menyambut kedatangan tahun ini. Tapi tidak untuk saya yang hanya terdiam di penjara suci dan mendengarkan berbagai pencerahan dari guru-guru untuk tidak ikut serta. ‘Oke lah’ dalam diri saya berkata, saya tidak ingin membuat masalah di awal tahun baru dan saya bersabar hingga esok hari. Karena sejak satu minggu sebelum berganti tahun, mahasiswa tidak diperkenankan meninggal kan kampus dalam alasan apapun. Jauh hari sebelum tahun berganti saya sudah merencenakan hal ini untuk di siapkan selepas tahun baru. Saya berkata pada salah satu teman saya yang berada dalam kampus, katakan lah namanya Jai. “ jai kamu ada kesibukan gk setelah tahun baru” dan dia lantang  menjawab “ gk ada sih free” setelah berbincang lama kita akhirnya sepakat untuk mengadakan agenda ini.
Akhirnya waktu yang saya nantikan telah tiba tanggal 2 januari 2020 saya berangkat, oh iya saya lupa saran dari jai untuk mengajak satu orang lagi. Seminggu tak keluar kampus sungguh berat bagi kami. Terasa seperti ingin ini, itu dan sebagainya. Sebelum saya berangkat, tepatnya beberapa jam, saya mendapat kabar dari salah satu teman yang kuliah di disuatu tempat nan jauh disana, bahwasannya dia ingin pulang ke rumah, di karenakan ibu nya sedang sakit. Teman saya ini perempuan kami cukup dekat bahkan bisa dibilang sangat dekat, saya berkata pada Jai untuk menyempatkan menjenguk ibu teman saya yang sedang sakit. Kami tiba di rumah kecil di pinggiran desa tempat teman saya tinggal. Dia cukup heran dengan kedatangan kami, dia tidak menyangka kita benar-benar datang. Karena dia tipikal orang yang memiliki rasa sungkan yang tinggi sekali.
Selepasnya saya datang banyak hal yang kami bicarakan di sana mulai A sampai Z, tapi ingat saya bukan detektif yang bertanya ke akar-akarnya. Saya hanya menanyakan hal yang sewajarnya saja seperti, kabar dia, kabar orangtuanya, dan gimana kuliahnya ya masih hal yang cukup wajar laaah. Sampai akhirnya kita pamit untuk meneruskan perjalanan agenda kita. Setelah kita pamit.............        
bersambung..........  

2 komentar:

  1. Yang ladies jangan pake inisial dong, wes koyok pedagang bakso boraks ae nama e ga disebutkan :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan lah, belum minta restu niii. Gk kayak situuu

      Hapus