Sabtu, 28 Maret 2020

berat melepaskan mu !!!


Ini tentang janji yang pernah ku berikan kepada seseorang, kupikir hanya janji biasa yang ku berikan. Memang terkadang mulut ini sangat mudah untuk berkata namun raga ini sangat sulit untuk melakukannya. Mulut dan raga adalah dua hal yang berbeda. Tugas mulut berkata dan tugas raga melakukan. Tapi apa jadinya bila raga dan mulut tidak melakukan tugasnya. Siapa yang tahu ?. hingga saat ini pun aku juga belum mengetahuinya. Bila anda membaca ini pasti anda kira saya sedang ada masalah cinta, anda salah bro..... masalah terbesar ku adalah dengan diri sendiri.

Katakan hai pada “mulut” yang sangat mudah buat berkata, bila anda belum menganalnya berarti anda sama dengan saya, terkadang susah untuk mengontrol mulut untuk melakukan hal yang benar, tapi kita harus berusaha dengan sepenuh hati kita. Agar mulut bisa sinkron dengan raga kita. Tapi apadaya terkadang kita kalah dengan nafsu yang membuat mulut terpelintir.
Kembali ke janji tadi, ada yang bilang bahwa “ janji akan di tagih “ entah di tagih di dunia atau di akhirat. Tapi apadaya jika janji yang kita bayangkan akan indah berubah menjadi hal yang sangat kita tidak inginkan. Ini adalah hal yang harus kita pikirkan juga, tapi apalah daya janji adalah hutang. Sebagai kaum adam mutlak untuk menepati janji, entah akhirnya bagaimana kita harus siap menanggung nya. Intinya janji harus ditepati.

Sekarang berikan kata helo kepada “ raga”. Saat mulut sudah berkata raga lah yang harus berbuat, memang raga ini seperti tempat pelarian dari sang mulut, mulut memang mudah berkata tapi terkadang raga ini yang susah melakukan. Saya ambil banyak pelajaran dari orang saya kenal. Dia berkata “ jika raga mu tidak sanggup maka telan lagi ludahmu dari pada kau tersiksa “ mungkin ini bukan kata-kata yang tepat, tapi kita harus memikirkan diri kita.  Mungkin terkadang kita juga harus memikirkan perasaan dari orang yang sudah kita beri janji, itu kembali lagi kepada diri sendiri.

“MULUT MU HARIMAUMU” ini adalah kata yang tepat untuk mengakhiri tulisan ini.


lanjutan cerita kemarin akan dipost di next ya.....


! (kalo saya ingat)
! judul hanya clickbait 

1 komentar:

  1. karenanya Allah cipatakan alur pemikiran manusia yang begitu sempurna, telinga dan mata sebagai indra untuk menerima juga akal sehat dan hati untuk mencerna

    BalasHapus